SELAMAT DATANG SELAMAT DATANG SELAMAT DATANG

Laman

Selasa, 03 November 2015

Candi-Candi Di Indonesia

Negara indonesia memiliki sejarah yang sangat banyak, termaksud candi hindu dan Buddha.
Kaya akan peninggalan bersejarah, sudah sepatutnya kita sebagai bangsa indonesia harus
mengetahuinya.

1. Candi Kalasan


Candi kalasan terletak di Desa Kalibening, Tirtamani, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya sekitar 16 Km ke arah timur dari kota yogyakarta. Dalam prasasti Kalasan
dikatakan bahwa candi ini bahwa candi ini di sebut juga candi kalibening, sesuai nama Desa tempat candi tersebut berada. Menurut pendapat beberapa ahli purbakala, candi kalasan ini telah mengalami 
tiga kali pemugaran.
 
2. Candi Sari 
Candi Sari terletak sekitar 10 Km dari dari pusat Yogyakarta, hanya sekitar 3 Km dari candi 
Kalasan. Tepatnya candi ini di Desa Bendan, Kelurahan Tirtamartani, Kecamatan Kalasan,
Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi sari ditemukan kembali pada awal abad ke- 20 dalam 
keadaan rusak berat. Candi sari berbentuk persegi panjang, dengan ukuran 17,30 x 10 m.


3. Candi Penataran
Candi Penataran terletak di desa penataran, Kecamatan Ngelegok, Bilitar. Tepatnya di lereng barat
daya Gunung Kelud pada ketinggian 450 meter di ata permukaan air laut. Candi penataran merupakan salah satu candi yang merupakan peninggalan sejarah yang amat mempesona jika di lihat
dari sisi keindahan dan juga budayanya. Candi penataran adalah komplek percandian yang terluas di jawa timur.
 
4. Candi Muara Takus

 
Candi Muara Takus terletak di desa Muara Takus, Kecamatan XII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Candi muara takus merupakan candi terbesar di pulau sumatera. Di luar area candi terdapat tembok yang melilingi kompleks candi sampai ke pinggir sungai kampar kanan.
 
5. Candi Sewu
 
Candi Sewu terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, 
Provinsi Jawa Tengah dengan jarak 17 Km dari kotaYogyakarta. Candi Sewu merupakan situs candi
Buddha terbesar setelah Candi Borobudur di magelang. Nama Candi Sewu sendiri bukan berarti Candi Sewu mempunyai bangunan candi berjumlah sewu (Seribu), Candi Sewu hanya memiliki
bangunan berjumlah 257.


 Candi Borobudur   
Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah, sekitar 20 Km dari Yogyakarta. Candi Bororbur
di bangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke- 9. Candi Borobudur di bangun oleh para penganut
agama Buddha Mahayana pada masa pemerintah Wangsa Syailendra. Arti nama Borobudur yaitu
"biar di perbukitan" yang berasal dari kata "bara" (candi atau biara) dan "beduhur" 
(perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta.

7. Candi Mendut
   
Candi Mendut terletak di desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Malang Jawa Tengah.
Letaknya sangat Strategis yaitu kurang lebih 3 Km dari Candi Borobudur, sekitar 50 Km sebelah
utara Kota Yogyakarta. Candi Mendut adalah salah satu Candi Buddha yang cuku penting
peranannya di Jawa. Candi Mendut  berjumlah jelas karena sampai saat ini sebenarnya belum ada data yang akurat mengenai waktu persisnya Candi Mendut di bangun.

8. Candi Gedong Songo 
 
Candi Gedong Songo terletak di Candi, Kecamatan Bandungan, Jawa Tengah. Pada Tahun 1740
oleh shir thomas Stamford Raffles yang mengungkapkan. pada waktu itu Raffles hanya menemukan
7 buah bangunan candi sehingga dia menyebutkannya dengan Candi Gedong pitu. Van Stein Callefels
arkeolog dari Belanda pada tahun 1908-1911 melakukan penelitian di lokasi kompleks Candi Gedong
Songo dan kemudian menemukan juga 2 bangunan candi lain Sehingga total candi yang di temukan
menjadi 9 buah. Dengan di temukannya 2 candi lain, maka nama Gedong Pitu di ubah menjadi Gedong Songo.

9. Candi Prambanan 
Candi Prambanan terletak di Desa Prambanan yang secara administratif terbagi menjadi dua wilayah
yaitu Kabupaten Sleman DIY dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Candi Prambanan merupakan
Candi Hindu terbesar di Indonesia bahkan se asia tenggara. Candi ini dikenal juga dengan nama 
Candi Roro Jongrang yang didirikan sekitar tahun 850 Masehi oleh Wangsa Senjaya.

10. Candi Padas
  
Candi Padas terletak di sungai Pakerisan, Dusun Penangka, Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang,
Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali.Candi Padas di sebut juga Candi Kawi atau biasa juga di juluki 
Candi Tebing Kawi. Candi Padas tetap menjadi tempat bersembahyang umat Hindu hingga sekarang

11.CANDI SINGOSARI
Candi ini terletak di Kecataman Singosari, Kabupaten Malang. Candi yang ditemukan pada awal abad 18 ini sempat diberi nama sebagai candi Menara oleh orang Belanda yang menemukan candi ini walaupun oleh masyarakat setempat candi ini diberi nama Candi Cungkup. Candi Singosari ini merupakan makam Raja Kertanegara sebagai Bhirawa atau Dewa Syiwa dalam bentuk karakter yang jahat. Di sebelah utara Candi Singosari ini terdapat  2 patung raksasa yang memiliki tinggi 4 meter yang disebut dengan Dwarapala.

12.CANDI SAJIWAN
Candi Sajiwan ini terletak di sebelah selatan Candi Prambanan. Di dalam kompleks Candi Sajiwan ini dilengkapi dengan Vihara. Ini menunjukkan bahwa candi ini termasuk ke dalam kelompok candi - candi Buddha. Di dalam candi ini Rakriyan Sanjiwana yang merupakan nama lain dari Sri Pramowardani, anak dari Samaratungga yang menikah dengan Rakai Pikatan, didharmakan. Di bagian depan candi terdapat 2 patung aksasa yang memegang gada dan ular. Sejarah mencatat bahwa pada zaman itu telah hidup berdampingan serta saling mempengaruhi antara agama Buddha yang dianut oleh wangsa Syailendra dan agama Hindu Siwa yang dianut oleh wangsa Sanjaya berkat perkawinan rakai Pikatan dengan Sri Pramodawarddhani.

13.CANDI BOKO
Candi ini berada di sekitar candi Prambanan. Sehingga tidak heran bila terdapat kaitan cerita antara candi Prambanan dan candi Boko ini. Candi berbentuk lebih menyerupai bangunan kraton karena pada candi ini ditemukan bekas tembok benteng serta galian sejenis dengan selokan yang berfungs sebagai pertahanan. Pada candi Boko ini terdapat semacam pemukiman yang jumlahnya banyak.ehingga pengunjung yang mengunjungi candi Boko ini harus melewati gunung dan gua - gua dimana ukuran dari gua - gua tersebut tidak sama besar. Pada situs candi Boko ini pernah ditemukan patung yang menggambarkan seorang laki - laki dan perempuan berkepala dewa dan sedang berpelukan. Ini menandakan bahwa penguasa candi Boko ini merupakan penganut Hindu Siwa. Namun di dalam tembok yang mengelilingi candi juga terdapat sebuah batu dengan tulisan Nagari yang memberikan kesan bahwa terdapat pengaruh Buddha pada candi ini.

14.Candi Pawon



Terletak kurang lebih 2 km dari Borobudur, candi ini sebenarnya gerbang pintu masuk ke kompleks Borobudur. Candi Pawon dibangun sekitar tahun 800 M diatas pondasi dari bangunan yang lebih tua lagi.Candi Pawon adalah nama sebuah candi. Candi Pawon dipugar tahun 1903. Nama Candi Pawon tidak dapat diketahui secara pasti asal-usulnya. J.G. de Casparis menafsirkan bahwa Pawon berasal dari bahasa Jawa Awu yang berarti abu, mendapat awalan pa dan akhiran an yang menunjukkan suatu tempat. Dalam bahasa Jawa sehari-hari kata pawon berarti dapur, akan tetapi De Casparis mengartikan perabuan. Penduduk setempat juga menyebutkan candi Pawon dengan nama Bajranalan. Kata ini mungkin berasal dari kata Sansekerta vajra = "halilintar" dan anala = "api".
Di dalam bilik candi ini sudah tidak ditemukan lagi arca sehingga sulit untuk mengidentifikasikannya lebih jauh. Suatu hal yang menarik dari Candi Pawon ini adalah ragam hiasnya. Dinding-dinding luar candi dihias dengan relief pohon hayati (kalpataru) yang diapit pundi-pundi dan kinara-kinari (mahluk setengah manusia setengah burung/berkepala manusia berbadan burung). Letak Candi Pawon ini berada di antara candi Mendut dan candi Borobudur, tepat berjarak 1750 meter dari candi Borobudur dan 1150 m dari Candi Mendut.

  
15.Candi Selogriyo



Candi ini tidak terletak di lokasi sebenarnya. Pada tahun 2002, tanah dimana dimana pondasi candi ini berada longsor, sehingga membahayakan candi. Maka diputuskalah untuk membongkar candi iini dan membangunnya kembali 20 meter dari lokasinya semula.


16.Candi Asu 



Candi Hindu yang lumayan terawat baik. terletak di Desa Candi Pos, kelurahan Sengi, kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, provinsi Jawa Tengah (kira-kira 10 km di sebelah timur laut dari candi Ngawen). Di dekatnya juga terdapat 2 buah candi Hindu lainnya, yaitu candi Pendem dan candi Lumbung (Magelang). Nama candi tersebut merupakan nama baru yang diberikan oleh masyarakat sekitarnya. Disebut Candi Asu karena didekat candi itu terdapat arca Lembu Nandi, wahana dewa Siwa yang diperkirakan penduduk sebagai arca asu ‘anjing'. Ketiga candi tersebut terletak di pinggir Sungai Pabelan, dilereng barat Gunung Merapi, di daerah bertemunya (tempuran) Sungai Pabelan dan Sungai Tlingsing. Ketiganya menghadap ke barat. Candi Asu berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 7,94 meter. Tinggi kaki candi 2,5 meter, tinggi tubuh candi 3,35 meter. Tinggi bagian atap candi tidak diketahui karena telah runtuh dan sebagian besar batu hilang. Melihat ketiga candi tersebut dapat diperkirakan bahwa candi-candi itu termasuk bangunan kecil. Di dekat Candi Asu telah diketemukan dua buah prasati batu berbentuk tugu (lingga), yaitu prasasti Sri Manggala I ( 874 M ) dan Sri Manggala II ( 874 M ).

 17.Candi Pendem 



Lebih besar dari candi Asu. Di lantainya terdapat lubang persegi berdiameter 1m. Mungkin sekali candi ini tidak pernah diselesaikan, dan tidak diketahui apa penyebabnya.

18.Candi Lumbung



Lokasinya sangat sulit dijangkau, terletak di seberang sungai yang meluap pada musim hujan, sehingga sulit diseberangi. Disebut Candi Lumbung karena diduga oleh penduduk setempat dahulu tempat menyimpan padi (candi Lumbung yang lain ada di kompleks Taman Wisata candi Prambanan).

19.Candi Gunung Wukir




Candi Gunung Wukir atau Candi Canggal adalah candi Hindu yang berada di dusun Canggal, kalurahan Kadiluwih, kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah. Candi ini tepatnya berada di atas bukit Gunung Wukir dari lereng gunung Merapi pada perbatasan wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Menurut perkiraan, candi ini merupakan candi tertua yang dibangun pada saat pemerintahan raja Sanjaya dari zaman Kerajaan Mataram Kuno, yaitu pada tahun 732 M (654 tahun Saka).
Kompleks dari reruntuhan candi ini mempunyai ukuran 50 m x 50 m terbuat dari jenis batu andesit, dan di sini pada tahun 1879 ditemukan prasasti Canggal yang banyak kita kenal sekarang ini. Selain prasasti Canggal, dalam candi ini dulu juga ditemukan altar yoni, patung lingga (lambang dewa Siwa), dan arca lembu betina atau Andini.

20.Candi Gunung Sari 



Candi Gunung Sari terletak di Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Sekarang hanya berupa reruntuhan pondasi candi. Tidak diketahui abad pembuatannya. tetapi diperkirakan sejaman dengan candi Gunung wukir.

21.Candi Ngawen



Candi Ngawen adalah candi Buddha yang berada kira-kira 5 km sebelum candi Mendut dari arah Yogyakarta, yaitu di desa Ngawen, kecamatan Muntilan, Magelang. Menurut perkiraan, candi ini dibangun oleh wangsa Syailendra pada abad ke-8 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Keberadaan candi Ngawen ini kemungkinan besar adalah yang tersebut dalam prasasti Karang Tengah pada tahun 824 M.
Candi ini terdiri dari 5 buah candi kecil, dua di antaranya mempunyai bentuk yang berbeda dengan dihiasi oleh patung singa pada keempat sudutnya. Sebuah patung Buddha dengan posisi duduk Ratnasambawa yang sudah tidak ada kepalanya nampak berada pada salah satu candi lainnya. Beberapa relief pada sisi candi masih nampak cukup jelas, di antaranya adalah ukiran Kinnara, Kinnari, dan kala-makara.

22.Candi Retno



Reruntuhan candi ini terletak di utara magelang, 10 km kearah Grabag, di desa Retno.

23.Candi Umbul



Merupakan kolam seluas 10m x 20m, dibangun bersamaan dengan candi Borobudur. Kolam ini merupakan bagian dari kompleks pemandian seluas 1 hektar yang terdiri dari sumber kolam air panas dan dingin. Sayang hanya kolam ini yang tersisa sekarang. Terletak 7 km setelah kota Secang menuju Semarang.

24.Candi Muncul 



Merupakan kompleks reruntuhan yang terlupakan. Terletak di sebelah selatan Ngempon, Ambarawa. Bahkan mungkin sedikit sekali orang yang tahu tentang reruntuhan ini.

25.Candi Pringapus.



Dibangun sekitar tahun 850 M, terletak di desa Pringapus, Temanggung. Candi ini mirip dengan candi yang ada di Dieng dan merupakan tempat pemujaan. Dimungkinkan sekali candi ini tidak sendirian. Tetapi sayang, hanya ini satu-satunya yang masih berdiri.

Kompleks Candi Sewu

Candi Sewu adalah candi Buddha yang berada di dalam kompleks candi Prambanan (hanya beberapa ratus meter dari candi utama Roro Jonggrang). Candi Sewu (seribu) ini diperkirakan dibangun pada saat kerajaan Mataram Kuno oleh raja Rakai Panangkaran (746 – 784). Candi Sewu merupakan komplek candi Buddha terbesar setelah candi Borobudur, sementara candi Roro Jonggrang merupakan candi bercorak Hindu.
Menurut legenda rakyat setempat, seluruh candi ini berjumlah 999 dan dibuat oleh seorang tokoh sakti bernama, Bandung Bondowoso hanya dalam waktu satu malam saja, sebagai prasyarat untuk bisa memperistri dewi Roro Jonggrang. Namun keinginannya itu gagal karena pada saat fajar menyingsing, jumlahnya masih kurang satu.



denah kompleks candi sewu







candi Sewu berkaitan erat dengan 4 candi lainnya yaitu :
candi Lor di utara
candi Kulon di barat
candi Gana di timur, dan
candi Bubrah di Selatan.
semuanya dibangun dengan konsep yang sama.

Candi Lor



sayang sekarang hanya tertinggal deretan batu bekas pondasinya saja.Terletak di arah yang berlawanan dengan candi Plaosan.

Candi Kulon



sama dengan candi Lor, bangunan ini juga hanya tersisa pondasinya saja. Tapi setidaknya candi ini lebih beruntung, karena ada beberapa pahatan (relief) yang masih tersisa.

Candi Gana



candi ini sedang berusaha dipugar lagi. Masih terlihat pahatan2 di pondasi yang telah berantakan ini. Terletak tak jauh dari candi Sewu.

Candi Bubrah



Hanya candi ini yang lumayan terawat. Meskipun sudah menjadi reruntuhan, namun sedikit bnayak bentuknya masih kelihatan. Terletak di daerah Klaten.

Itulah  Nama Nama Candi Di Indonesia Beserta keterangannya sebagai warga bangsa Indonesia
kita wajib mengatahuinya dan harus di lestarikan, mau tau Budaya indonesia yang lain Yuk Kunjungi